Monolog duka..

bahtera hati belayar kini
berarah ke teluk yang penuh sepi
ingin melupakan irama dunia
yang sentiasa gelora di dada

tabir usang tersingkap kembali
panusan bayu yang bisa menusuk
wajah redup menyengat naluri
racun di dunia merebak di kalbu

langit kini berbaju suram
warna pelangi tiada berbalam
luahan ummah dipersendakan
cairan merah didambakan

siulan kedamaian bergema
menguluti igauan yang tak pasti
alam jahili bertakhta kembali
alam islam jatuh tersadai

wahai manusia tanpa perasaan
ke manakah arah hidupmu?
mengejar bayang-bayang sendiri
entah bila kan ketemui

seruan janjimu meragukan
lidahmu penuh bermadah pura
di dadamu seribu kepalsuan
derita ummah jauh di mata

jeritan bagai tanpa suara
rayuan umpama daunan kering
berselimutkan penuh kedukaan
meratap deruan kedurjanaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: