Ayat-ayat cinta.. versi 2..

“di dalam hati terdapat sebuah robekan yang tidak mungkin dapat dijahit kecuali dengan mengadap penuh kepada Allah s.w.t.

di dalam hati ini juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diubati kecuali dengan menyendiri bersama Allah.

di dalam hati ini juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali dengan kebahagiaan yang tumbuh kerana mengenal Allah dan ketelusan berinteraksi dengan-Nya.

di dalam hati ini juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun kerana Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah.

dan di dalam hati ini juga terdapat gejolak api yang tidak mampu dipadamkan kecuali oleh keredhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan-Nya.”

Ibnu Qayyim

Advertisements

4 thoughts on “Ayat-ayat cinta.. versi 2..

  1. “Jika engkau tidak bisa berbaik sangka kepada Allah karena keindahan sifat-sifat-Nya, maka berbaik sangkalah karena pertemanan-Nya bersamamu. Bukankah Dia selalu memberimu sesuatu yang baik-baik? Dan bukankah Dia senantiasa memberimu nikmat?

    Jangan memohon kepada selain Allah karena Dialah yang memenuhi hajatmu. Bagaimana sesuatu selain-Nya bisa mengubah sesuatu yang sudah ditetapkan-Nya? Dan bagaimana orang yang tak mampu membebaskan dirinya dari kebutuhan (yakni kehendak dan keperluan) dapat membebaskan kebutuhan orang lain?

    Janganlah cita-citamu tertuju pada selain Allah. Harapan seseorang tak akan dapat melampaui Yang Maha Pemurah.”

    [Ibnu ‘Athaillah, Al-Hikam]

    Wallahu a’lam bisshawab.

  2. Sungguh benar kata2 Ibnu ‘Athaillah itu, jzzk Ibnu Abas…dan kita buangkan terus kata kesal atas ketentuanNya dari kamus perjuangan. Kata kesal itu bakal mengaburi pandangan terhadap nikmat sebenar yang Allah ingin tunjukkan pada kita di sebalik pintasan yang diletakkan buat kita. Sesungguhnya selepas kesusahan ada kesenangan. Setiap yang dipintas pasti diganti dengan sesuatu yang lebih baik maka berbaik sangkalah, biar apapun kata manusia. Dia amat menyayangi kita. Dialah cinta Agung kita. Maha Suci Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah dan Maha Mengasihani. Insyaallah pelangi yang hilang bakal membawa mentari cerah. Bersabarlah nak, esok pasti menjelma dengan membawa sinar baru, Biiznillah, insyaAllah.

  3. daripada Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, Allah s.w.t. berfirman:

    “Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingati-Ku.

    Apabila dia mengingati-Ku dalam dirinya, nescaya Aku juga akan mengingatinya dalam Diri-Ku.

    Apabila dia mengingati-Ku dalam suatu kaum, nescaya Aku akan mengingatinya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka.

    Apabila dia mendekati-Ku dalam jarak sejengkal, nescaya aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta.

    Apabila dia mendekati-Ku sehasta, nescaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa.

    Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan, nescaya aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari.”

    (hadith riwayat Bukhari dan Muslim)

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s