Jiwa memujuk hati..

antara realiti dan fantasi..
antara dunia ini..
dengan perasaan di hati..

andai mampu ku binakan satu tembok tinggi..
dari tiap titis air mata dingin ini..
pasti kau kan melihat pemisahan ini..

namun manusia itu datang dengan emosi..
diajar adab hidup sesama sendiri..
bukan untuk menyendiri..

lalu, dengan kudrat mana hendak aku pergi?..
akan tetap perasaan itu di dalam hati..
kerna aku makluk yang bersifat insani..

bukanlah aku robot kaku yang tiada hati..
perasaan ini anugerah dari Ilahi..
bukan hak aku mempagari..

dari kecil telah diajar mendidik hati..
bukan hanya hati sendiri..
malah orang lain perlu dijaga hati..

apakah ada yang lebih baik dari nabi?..
lalu, mengapa tidak ia dipelajari?..
apakah terlalu tinggi darjat diri?..

antara hakikat duniawi..
dengan turun naik emosi..
tiada sungai yang mengairi..

tiada pemisahan yang hakiki..
hatta air mata deras mengairi..
cuba menjadi pemisah daratan hati..

tetap tidak akan terjadi..
inilah hakikat hidup duniawi..
yang sempurna hanya syurga yang tinggi..

maka sabarlah wahai hati..
kelak akan hadir hari kemenangan yang dinanti..
kerna ketetapan Allah itu pasti..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: