Harapan rijal muda..

puas sudah aku membela..
lagaknya seperti aku seorang panglima..
walhal aku hanyalah rijal muda..
senjata jauh tinggi dari kepala..

ku bela nasib di sana..
pahanan tepat mengena ke dada..
ku datang mendapatkan yang meminta..
hayunan pedang terus membelah jiwa..

akhirnya kesempitan jiwa keputusannya..
hanya aku yang terasa..
duduk di tengah hujan panahan kata..
sambil mengelak hayunan nada..

sabar mengisi dada..
biar tohmahan bertubi-tubi melanda..
seperti badai laut memecahkan bangunan kaca..
retak hati ini hanya Kau melihatnya..

syukur ku punya ibu mulia..
tiada pernah putus asa dalam hidupnya..
manis kemenangan kelak kan tiba..
dan saat itu kita kan bergembira..

melihat semua perit derita..
betapa ruginya putus asa dan kecewa..
betapa aku ingin sekali berada di sana..
doakanlah aku hidup ke saatnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: