Sesal yang tidak ada penyesalan lagi..

“…sungguh selalu kita menyadari zaman yang kita tinggalkan.. di waktu remaja disadari zaman semasa kecil.. setelah jadi ayah, teringat semasa jadi anak.. setelah jadi nenek teringat semasa jadi anak dan cucu..

hendak dipanggil hendak diulang sudah tidak bisa lagi.. sebab umur adalah laksana perjalanan di lebuh besar.. dan zaman remaja, muda dan tua laksana tonggak-tonggak penunjuk yang berderet-deret di tepi jalan..

demikianlah adanya penyesalan dan penyedaran di waktu kita masih hidup.. terasa di hati tuan, dan terasa di hati kami, dan terasa di hati seluruh makhluk yang memikirkan hayatnya..

kalau demikian halnya di waktu badan masih hidup.. maka bagaimana pula agaknya setelah badan mati?.. bagaimana jika kita teringat setelah di alam kematian, kepada ketaksiran kita semasa masih hidup?.. sedangkan di watu tua sahaja sudah tidak mungkin kembali muda. di waktu muda tidak kembali kecil, padahal kita masih di dunia?..

alangkah besar sesalan.. alangkah pahit kesedaran di waktu itu.. di waktu jasmani hancur bersama kekotorannya.. dan rohani telah murni menurut tabiat asal kejadiannya. .. di sanalah.. sesal yang tak ada di atasnya penyesalan lagi…”

– Buya Hamka –

2 comments
  1. nuun said:

    benar tu saudara…saya sering membaca teks2 di blog saudara dan ternyata ia banyak memberi info dan tauladan berguna kpd saya. semoga saudara sentiasa dicucuri rahmat dari Allah…

  2. FaisaL said:

    amin.. alhamdulillah.. moga bermanfaat.. amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: