Sikap terhadap dakwah Islam..

– dipetik daripada blog Kisah Dakwah dalam entri Sikap terhadap Dakwah Islam

Dari koleksi catatan Abbas As-Sisiy tentang kenangan bersama Ikhwan dan di sepanjang jalan dakwah

Saya pergi ke Kuwait untuk mengunjungi ikhwah di sana. Tanggal 27 Mei 1983 bertepatan dengan Ujian Semester Akhir bagi pelajar SMU. Di satu sisi, saya sangat merindukan pertemuan dengan ikhwah pelajar, namun di sisi lain, saya tidak ingin mengganggu mereka di saat-saat penting perjalanan tahap pembelajaran mereka. Maka saya putuskan untuk bersabar hingga masa ujian selesai.

Hari Ahad, tanggal 7 Jun pukul 9.30 pagi hari merupakan akhir ujian yang panjang itu. Belum sampai pukul 10.30 pagi hari itu juga, ikhwah pelajar yang telah menyelesaikan ujiannya telah berdatangan kepada kami.

Lengkap sudah jumlah mereka sekitar 15 orang ditambah beberapa ikhwah lainnya sehingga rumah kami penuh oleh mereka. Benar-benar pertemuan yang menyenangkan, yang dipenuhi keriangan, kegembiraan, dan kebahagiaan yang tampak pada wajah-wajah yang hadir. Salah seorang datang dengan membawa hadiah makanan, dalam kesempatan yang berkah itu kami santap bersama-sama.

Di akhir pertemuan, ia memintaku untuk memberikan ceramah kepada semua ikhwah dengan tema yang tepat. Lalu saya memuji kepada Allah dan shalawat kepada Rasul-Nya, dan saya katakan kenyataan yang terjadi sekarang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sungguh, pemuda muslim lainnya, yang telah menyelesaikan ujiannya pukul 9.30 pagi ini, setelah perjuangan yang menyita perhatian, setelah belajar dan mengikuti ujian — seperti biasanya setelah menempuh kondisi seperti itu mereka cepat-cepat pulang menemui keluarganya, kemudian istirahat penuh jauh dari hiruk-pikuk kehidupan ini. Dan kebanyakan pemuda-pemuda itu, mereka bermain bola sepak atau pergi ke bioskop. Tetapi pemuda-pemuda muslim di sini, setelah kepenatan itu, mereka bersegera datang menemui saudaranya di jalan Allah penuh dengan kerinduan, cinta, dan kasih sayang, sekadar menemui dan duduk-duduk bersamanya. Sikap mulia seperti itu bukanlah kerana atas jasa seseorang, tetapi sikap agung mulia ini berbuah dari dakwah Islam yang agung, yang menjauhkan pemuda-pemuda itu dari arus-arus kejahiliyahan kepada arus dakwah Islam, akhlak dan teladan-teladan yang islami. Sikap ini merupakan cerminan keimanan dan kecerdasan mereka serta kecintaan mereka terhadap dakwah. Dakwah islam menciptakan pemuda-pemuda muslim teladan yang matang dengan nilai-nilai Islam. Kalau saya timbang sikap saudara-saudaraku terhadap ke­cintaan yang agung ini, maka sungguh nilainya melebihi harta-harta terpendam dan berharga apa yang ada di bumi dan di dalamnya. Maha Benar Allah,

“Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, nescaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.”

(Surah al-Anfal [8]:63)

Sungguh, sikap luhur yang tampak dari pemuda-pemuda itu merupakan senyuman relung jiwa kemanusiaan dan rahmat yang terhampar dari Allah Taala untuk  hati-hati kita yang penuh dengan kerinduan dan kasih sayang yang kami catat di atas lembaran-lembaran kemuliaan dan keabadian.

– dipetik daripada blog Kisah Dakwah dalam entri Sikap terhadap Dakwah Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: