Belajar dari semut…

Di antara pelajaran terbesar yang mampu dipelajari di dalam dunia kecemerlangan dan kejayaan adalah kehidupan haiwan yang bernama semut. Semut, akan selalu berusaha secara berulang-ulang dan terus menerus, sampai ia berhasil menggapai tujuan yang diinginkan. Ia merangkak di sebuah pohon, lalu jatuh kemudian bangun lagi dan berusaha untuk merangkak lagi ke atas pohon, lalu terjatuh lagi, begitu terjadi berulang-ulang, namun ia tetap terus berusaha sampai akhirnya ia berhasil naik ke atas pohon yang diinginkan dan mendapatkan apa yang dicari tanpa merasa lelah dan bosan.

Jika jalan yang akan dilalui terhalang, maka ia akan berusaha melalui dari arah kanan dan kiri, namun jika ia tetap kesulitan untuk berjalan maju, maka ia akan berhenti sebentar, kemudian kembali lagi dengan sebuah tenaga yang jauh lebih kuat dibanding yang pertama. Mungkin ia akan menjauhi jalan pertamanya yang sulit kerana ada beberapa rintangan, namun ia akan tetap kembali berjalan menuju arah yang sama dengan mencari jalan lain, sehingga ia sampai di tujuan.
   
Haiwan semut memiliki kekuatan yang luar biasa di dalam merealisasikan tekadnya untuk meraih apa yang diinginkan, ia tidak pernah memiliki rasa bosan dan putus asa. Sehingga semut adalah haiwan yang dijadikan contoh simulasi di dalam penyampaian kuliah motivasi dan kerama semangat yang kuat yang tidak mengenal kata putus asa.

Ada sebuah cerita, suatu ketika ada seorang Arab badwi pergi musafir untuk sebuah keperluan, ketika ia merasa sangat letih, kepenatan dan merasa putus asa, maka ia lantas duduk dan berfikir untuk kembali lagi. Lalu ia melihat seekor semut yang merangkak naik ke atas batu besar, namun semut tersebut jatuh, kemudian merangkak lagi dan jatuh lagi. Hal ini terjadi sampai berulang kali, namun si semut tetap berusaha dan berusaha, sehingga akhirnya ia berhasil sampai ke atas batu besar tersebut. Melihat pemandangan seperti itu, orang Arab badwi tersebut berkata dalam hati, “Saya seharusnya lebih pantas untuk bersabar dan berusaha keras dari pada semut tersebut.” Lalu ia pun meneruskan perjalanannya kembali, sehingga akhirnya ia pun mampu sampai ke tempat tujuan yang diinginkan, lalu ia berkata,
   
“Cari dan usaha, jangan pernah berkeluh kesah dan bosan dari usaha meraih apa yang kamu inginkan. Kerana penyakit orang yang ingin mencari dan meraih sesuatu adalah rasa bosan.”

Sesungguhnya di dalam kehidupan semut terdapat pelajaran dan tauladan bagi orang-orang yang berakal, iaitu kesungguhan, kesabaran, tekad kuat, sikap pantang menyerah dan berusaha tanpa mengenal kata lelah dan bosan.

Semut terkenal memiliki kecerdikan luar biasa di dalam usahanya mendapatkan apa yang diinginkan. Seseorang yang pernah menulis dan meneliti tentang kehidupan semut mengatakan bahawa semut mengumpulkan makanannya dari musim panas sampai musim dingin. Karena semut tidak banyak keluar pada musim dingin, maka ia menyimpan makanan musim dingin dan hanya dimakan ketika memang telah datang masanya. Dan agar biji-bijian yang ia simpan tidak tumbuh di dalam tempat penyimpanan, maka dengan izin dan kuasa Allah SWT –Zat Yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian membekalinya dengan sesuatu yang boleh dijadikan untuk mencari penghidupan- si semut membelah biji tersebut dari tengah agar tidak tumbuh. 
   
Jika jalannya terhalangi oleh genangan air yang tidak boleh ia lewati, maka ia bersama kawan-kawannya saling bergandingan membuat seperti jambatan. Jika semut-semut lainnya sudah menyeberang, maka semut-semut yang membentuk jambatan tersebut merapat ke tepi. Maha suci Zat Yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian membekalinya dengan akal, naluri dan kudrat alamiyah untuk kelangsungan hidupnya masing-masing! !
   
Jika seekor semut menemukan sepotong daging atau kaki belalang, namun ia tidak kuat membawanya sendiri, maka ia akan pulang ke rumah semut dan memanggil kawan-kawannya yang lain untuk bersama-sama membawa makanan yang ditemukan tersebut. Semut memiliki sifat kesungguhan dan kesabaran luar biasa yang dapat menjadi pelajaran bagi orang yang ingin meraih kejayaan. Bahkan seandainya anda meletakkan sebuah batu di tengah-tengah jalan yang digunakan untuk laluan oleh kawanan semut, maka mereka akan berhenti, namun tidak akan berbalik arah ke belakang lagi. Akan tetapi ia akan tetap menunggu atau berusaha menaiki batu yang anda letakkan tersebut atau berusaha lewat melalui celah-celah yang ada di kanan kiri batu atau mencari jalan alternatif lain yang memiliki arah tujuan yang sama, mereka tidak mengenal kata mundur dan kembali.

3 comments
  1. FaisaL said:

    insyaAllah.. kne berusaha untuk mendapat redhaNYa.. Jadikan Rasulullah sebagai role model.. Sirah Rasulullah pendorong untuk berusaha lebih gigih.. insyaAllah..

    “ Sesunggunya orang-orang yang berjihad dengan bersungguh-sungguh pada jalan Kami, Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami; dan sesungguhnya pertolongan Allah adalah beserta orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya”

    (Surah Al-‘Ankabut, ayat 69)

  2. ??? said:

    tp..dri ini bukn semut…
    dri ini hnyalah insn yg hina…lemah…dn…x b’daya…
    sntiasa mncari cinta Tuhan
    sntiasa m’harap kasih Ilahi
    yg ntah bile bru kn terasa ??
    mgkin… hati ini dah t’lalu tegar..keras…
    sbb itu sush utk kmbali ke jln Nya…
    ya Allah.. msh kah ad ampunan buat diri ku…
    hnya Engkau yg mngerti hati ini…

  3. FaisaL said:

    “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam dan Kami telah beri mereka menggunakan berbagai-bagai kenderaan di darat dan di laut dan Kami telah memberikan rezeki kepada mereka dari benda-benda yang baik-baik serta Kami telah lebihkan mereka dengan selebih-lebihnya atas banyak makhluk-makhluk yang telah Kami ciptakan.”

    (Surah al-Isra’ [17]:70)

    telah dimuliakan manusia itu atas segala makhluk yang lain.. cuma manusia itu sendiri yang mahu menghinakan diri mereka.. mereka tidak hina malah dimuliakan.. malaikat juga turut diarahkan sujud kepada manusia yang mana merupakan khalifah di bumi Allah.. tetapi, manusia tidak pernah mengenang dan merenung kemulian mereka.. lalu dihina diri mereka sendiri dengan tangan mereka sendiri.. dan apabila datang bala bencana menimpa mereka sebagai peringatan dari pada Allah.. barulah mereka tersedar perbuatan mereka itu.. namun, ianya hanyalah kesedaran untuk tempoh masa yang sekejap.. setelah terleka manusia kembali melakukan maksiat kepada Allah.. mereka merasa bosan dengan pengabdian diri kepada Allah.. tetapi mereka lupa siapa diri mereka di bumi Allah.. moga kita tidak tergolong dalam golongan manusia yang lupa diri ini.. amin..

    hati kita perlu dididik dan diberi asuhan setiap masa.. agar ianya selesa dengan kebaikan dan amal ma’ruf.. agar ia merasakan jijik dengan fahsya’ dan mungkar.. agar ianya bersih untuk menerima islam yang suci mulia.. agar ia menjadi pendinding yang tinggi lagi keras untuk kita membezakan ma’ruf dan mungkar.. moga kita diberi petunjuk dalam menjaga hati kita.. amin..

    Allah senantiasa mengampunkan dosa hamba-hambaNya selagi mana mereka hendak kepadaNya.. selagi mana mereka mematuhi perintahNya.. Dia Maha Mengasihani lagi Maha Penyayang.. Dia Maha Pengampun.. firmanNya..

    “…Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri.”

    (Surah al-Baqarah [2]:222)

    moga kita tergolong dalam golongan yang senantiasa mensucikan diri dengan taubat kita kepadaNya.. amin..

    sesungguhnya hati-hati ini adalah milikMu, ya Allah.. maka Kau tetapkanlah semuanya di atas deenMu, di atas keta’atan kepadaMu, dan di atas jihad pada jalanMu.. amin.. amin ya Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: